Menghubungkan sensor IoT, kecerdasan buatan, petani, dan pembeli dalam satu ekosistem digital pertanian terpadu di Indonesia.
Setiap pengguna memiliki dashboard, fitur, dan alur kerja yang dirancang khusus sesuai kebutuhannya.
Alat bantu cerdas dari persiapan lahan hingga panen dan penjualan hasil tani.
Akses langsung ke hasil tani segar dari petani, transparan dari sumber ke meja makan.
Kontrol penuh dari hulu ke hilir: monitoring, verifikasi, dan toko IoT.
10 tahap alur utama yang membentuk ekosistem AgriSmart secara end-to-end.
Petani mendaftar, mengisi profil, lokasi lahan, dan kepemilikan perangkat IoT (opsional).
Petani memfoto tanah & menginput nilai pH dari sensor. AI menganalisa tekstur, warna, dan kondisi tanah untuk menentukan jenis tanah (lempung, pasir, humus, dll) serta nilai pH aktual.
Berdasarkan jenis tanah, pH, lokasi, dan musim — sistem merekomendasikan tanaman yang cocok. Petani dapat melakukan simulasi: pilih tanaman, lihat estimasi waktu tanam hingga panen, kebutuhan pupuk, dan potensi hasil.
Setelah tanaman dipilih, sistem membuat jadwal otomatis: hari tanam, jadwal penyiraman, pemupukan, pengecekan, hingga estimasi panen. Notifikasi push dikirim setiap hari.
Petani mencatat progres harian via foto atau input manual. Data sensor IoT (kelembaban, suhu, pH air) disinkronkan otomatis untuk dashboard monitoring real-time.
Petani memfoto tanaman yang terindikasi sakit. AI menganalisa gejala visual, mengidentifikasi penyakit (blast, layu, bercak daun, dll), dan memberikan solusi penanganan beserta rekomendasi pestisida/fungisida yang tepat.
Feed berita, tips, dan panduan pertanian yang dikurasi oleh admin. Petani & pembeli dapat mengakses info harga komoditas terkini, cuaca, dan artikel teknis pertanian.
Saat panen tiba, petani membuat listing produk: foto, berat, harga, deskripsi, dan lokasi pengambilan. Sistem otomatis mengaitkan data riwayat tanam ke listing sebagai sertifikasi transparansi.
Pembeli browse produk, tambah ke keranjang, checkout, dan bayar via QRIS, transfer bank, atau e-wallet. Dana masuk ke escrow terlebih dahulu sebelum diteruskan ke petani setelah konfirmasi terima barang.
Admin memantau seluruh proses, merekonsiliasi pembayaran, memverifikasi petani, dan mengelola toko perangkat IoT (sensor pH, soil moisture, kamera tanaman, dll) untuk dijual ke petani sebagai paket smart farming.
Model CNN dilatih dengan dataset tanah Indonesia untuk mengklasifikasikan jenis tanah dari foto: lempung, pasir, liat, humus, laterit. Akurasi ditingkatkan dengan input sensor pH secara bersamaan.
Sensor pH terhubung via Bluetooth/WiFi ke app. Data pH dikombinasikan dengan hasil analisa visual untuk rekomendasi yang lebih presisi. Mendukung sensor standar: SEN0161, Atlas Scientific EZO-pH.
Rule-based engine yang mempertimbangkan: pH tanah, jenis tanah, wilayah/iklim (menggunakan kode kecamatan), musim, dan riwayat tanam sebelumnya. Output: top 5 tanaman rekomendasi dengan skor kesesuaian.
Foto tanaman yang sakit dianalisa oleh model klasifikasi penyakit. Database mencakup 50+ penyakit umum tanaman pangan Indonesia. Output: nama penyakit, tingkat keparahan, dan panduan penanganan organik/kimia.
Dashboard admin mencakup semua metrik, transaksi, verifikasi, dan pengelolaan IoT store.
Pilihan teknologi yang proven, scalable, dan familiar untuk tim developer Indonesia.
Node.js + Express / Fastify · Prisma ORM · PostgreSQL · Redis (cache & queue) · REST + WebSocket
React + Vite · TailwindCSS · Zustand (state) · React Query · PWA (offline support)
React Native + Expo · Camera API (foto tanah & penyakit) · Bluetooth LE (sensor pH) · Push Notification FCM
Python FastAPI microservice · TensorFlow/PyTorch · OpenCV · Model: EfficientNet / MobileNetV3 · Hugging Face models
MQTT Broker (Mosquitto) · ESP32/Arduino (sensor node) · AWS IoT Core atau self-hosted · Data stream ke TimescaleDB
AWS S3 / Cloudflare R2 (foto tanah, tanaman) · PostgreSQL + TimescaleDB (sensor time-series) · Prisma Migrate
JWT + Refresh Token · Role-based Access Control (RBAC): Petani / Pembeli / Admin · OTP via WhatsApp (Fonnte/Wablas)
Firebase Cloud Messaging (FCM) · WhatsApp Business API (jadwal tanam, reminder) · Email via Resend/Mailgun
Entity utama dan relasi dalam skema database AgriSmart menggunakan PostgreSQL + Prisma.
Mendukung semua metode pembayaran populer di Indonesia dengan escrow system untuk keamanan transaksi.
Versi baru AgriSmart tidak lagi hanya fokus pada fitur canggih, tetapi pada adopsi nyata di lapangan: sederhana, ringan, offline-first, dan akrab dengan kebiasaan petani.
Semua fitur inti petani harus tetap berjalan saat sinyal lemah: foto tanah, catatan tanam, kalender, dan log pertumbuhan akan tersimpan lokal lalu sync otomatis saat online.
Alih-alih memaksa semua petani memakai app penuh, AgriSmart menyediakan bot WhatsApp untuk kirim foto tanah, menerima reminder, status panen, dan notifikasi transaksi.
Sensor pH dan soil moisture tetap ada, tetapi aplikasi tetap berguna tanpa perangkat. Petani bisa memakai input manual, kit murah, atau model sewa per musim tanam.
Tambahan modul kelompok tani untuk tanam kolektif, pembelian pupuk bersama, verifikasi komunitas, dan dashboard ketua kelompok sebagai perpanjangan tangan admin.
Setiap hasil panen memiliki jejak digital: lahan, jadwal tanam, foto progres, analisa tanah, dan tanggal panen. Ini meningkatkan kepercayaan pembeli sebelum transaksi.
Petani pemula melihat hanya 4 aksi utama: Analisa Tanah, Tanam, Rawat, Jual. Fitur lanjutan dibuka bertahap agar aplikasi tidak terasa rumit dan menakutkan.
Setiap aktor memiliki beranda yang berbeda. Fokus utamanya adalah mengurangi beban kognitif, memperbesar aksi inti, dan memperjelas langkah berikutnya.
Satu layar utama, empat tombol besar, semua tugas harian terlihat jelas.
Fokus pada kemudahan mencari produk segar dan rasa percaya sebelum checkout.
Versi mobile hanya untuk pantau cepat; kontrol detail tetap optimal di web admin.
Wireframe ini menunjukkan prioritas visual: aksi utama di atas, keputusan cepat di tengah, dan navigasi yang sangat ringkas di bawah.
Improvisasi ini mengubah AgriSmart dari aplikasi “fitur lengkap” menjadi sistem yang benar-benar lebih mungkin dipakai petani Indonesia sehari-hari.
Flow: petani kirim foto → bot menerima → backend AI analisa → hasil balik ke chat + tersimpan ke akun AgriSmart. Reminder harian dan status pesanan juga bisa masuk via WhatsApp.
Semua aksi mobile masuk ke local queue terlebih dahulu. Saat online, worker akan sync foto, jadwal, log pertumbuhan, dan status panen tanpa membuat user mengulang input.
Aktor baru opsional: ketua kelompok tani. Bisa lihat anggota, agregasi kebutuhan pupuk, jadwal tanam kelompok, dan penjualan kolektif untuk pembeli besar.
Tambahkan halaman jejak tanam publik, badge verifikasi petani, skor kualitas panen, dan histori konsistensi supaya buyer tidak hanya melihat harga.
Blueprint ini mencakup semua aspek: AI, IoT, marketplace, dan payment. Mari mulai dari MVP dan iterasi bersama.